TEKNIK ARSIR

   


 
 


    Teknik Arsir merupakan teknik menggambar yang lebih menekankan pada kekuatan garis atau stroke, yang mana teknik arsir kemudian dilakukan dengan menggoreskan alat tulis secara berulang-ulang hingga membentuk sebuah gambar yang luar biasa. Dalam membuat sebuah karya dua dimensi dibutuhkan berbagai metode serta teknik gambar, salah satunya ialah teknik arsir. Teknik ini merupakan cara menggambar menggunakan unsur garis yang digoreskan secara teratur serta berulang-ulang. Baik itu garis lengkung, garis lengkung, lingkaran, serta titik yang diulang dengan intensitas yang berbeda-beda.

     Alat yang digunakan dalam teknik arsir adalah pensil warna, pensil, pena, graphite, ataupun pastel. Dikutip dari buku Desain Grafis Percetakan SMK/MAK Kelas XI oleh Waryudi Basuki serta Adik Kristien, terdapat beberapa fungsi teknik arsir, di antaranya adalah memberikan kesan gelap terang, dengan mengisi bidang kosong pada objek gambar, serta menampilkan karakter pada objek gambar, serta sebagai proses finishing objek gambar.

     Teknik arsir dibuat untuk melukis dengan menggunakan pensil, hal ini dikarenakan menggambar menggunakan teknik arsir memiliki berbagai kelebihan sesuai dengan kebutuhan pelukis. Adapun fungsi dari teknik arsir adalah sebagai berikut.

  • Dapat memberi kesan cahaya dengan cara menampakkan gelap terang pada suatu gambar. Teknik arsir juga dapat mengisi bidang-bidang kosong.
  • Teknik arsir akan menampilkan karakter pada sebuah objek gambar.
  • Teknik arsir juga akan memberi kesan karak pada suatu gambar.
  • Teknik arsir sebagai wujud finishing touch atau sentuhan akhir dalam suatu gambar.
MACAM - MACAM TEKNIK ARSIR
1. Arsiran Hatching

    


   Teknik ini disebut juga sebagai arsiran searah yang merupakan teknik dasar dalam membuat sebuah gambar. Caranya dengan membuat gambar garis sejajar dengan cara berurutan. Saat menggunakan teknik ini seseorang harus memperhatikan jarak antar garis, sebab semakin rapat dan padat garisnya, maka hasil arsirannya juga akan semakin bagus.

2. Arsiran Cross Hatching


    Teknik arsir cross hatching merupakan suatu teknik arsir yang dilakukan dengan cara membuat garis silang. Teknik ini mirip dengan teknik arsir searah, namun pada teknik ini kemudian dibutuhkan sebuah tambahan sapuan dengan arah yang berlawanan sehingga arsir kemudian akan berbentuk silang. Teknik ini umumnya digunakan dalam pembuatan gambar permukaan yang akan memiliki karakter halus dan karakter kasar.

3. Arsiran Contour


   Countour merupakan suatu teknik arsir untuk memberi dimensi pada suatu bidang sesuai dengan karakter suatu bentuk. jadi, garis-garis yang digunakan pada teknik ini kemudian akan mengikuti bentuk asli dari suatu objek pada suatu gambar.

4. Arsiran Scumbling


   Teknik arsir ini sebagai suatu teknik shading yang dilakukan dengan cara membuat sapuan bebas. Teknik ini kemudian digunakan dalam membuat pukulan atau sebuah pukulan bebas sesuai keinginan.

5. Arsiran Stippling

   

   Teknik arsir ini kemudian menggunakan titik-titik untuk membentuk suatu dimensi dalam suatu bidang gambar. Caranya adalah dengan membuat kerapatan titik yang berbeda pada suatu bidang. Teknik ini kemudian berfungsi dalam menajamkan efek gelap terang pada suatu gambar.Teknik ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan teknik shading lainnya karena teknik ini terlalu sulit digunakan serta harus menyesuaikan shading agar gambar yang dihasilkan menjadi lebih menarik.

Teknik scrambling shading digunakan dalam beberapa gambar seperti saat menggambar kulit kayu, batang pohon, dan lain-lain.
7. Arsiran Circusilm


   Teknik arsir circusilm merupakan suatu teknik arsiran dengan menggunakan bentuk-bentuk lingkaran kecil secara beruntun. Alat yang digunakan sendiri adalah pensil warna yang digunakan untuk melukis wajah. 



ALAT ALAT UNTUK MENGARSIR :

1. Pensil

     Pensil sebagai alat utama yang paling dibutuhkan dalam menggambar teknik apapun. Pensil sendiri terdiri dari banyak jenis serta merk dengan kualitas yang berbeda-beda. Misalnya pada pensil 2B, HB, 7B, F, dan H. Tentu saja, jenis pensil ini kemudian memiliki goresan serta bayangan yang berbeda.

2. Kertas Gambar
    Peralatan kertas gambar umumnya digunakan sebagai media dalam menggambar, untuk membuat sebuah arsiran selain kertas kamu juga dapat menggunakan sketchbook yang telah tersedia di berbagai toko buku, untuk hasil gambar terbaik gunakan sketchbook dengan permukaan yang halus.
3. Kuas dan Cotton Bud

    Alat ini akan sangat bermanfaat serta penting dalam proses pembuatan teknik arsir, hal ini dikarenakan kuas serta cotton bud, berfungsi dalam menghaluskan arsiran permukaan pensil agar gambar terlihat lebih merata.

4. Penghapus

   Nah, kalau yang satu ini, wajib ada ya, karena alat ini sangat dibutuhkan, ketika Kita membuat kesalahan atau membuat gradasi warna terang atau gelap yang kurang tepat. Sehingga Anda juga harus menyediakan penghapus yang tajam dan tumpul.

Dasar-Dasar Menggambar Teknik Arsir

   Teknik dasar arsir sering kali digunakan dalam menggambar. Dalam membuat gambar serta lukisan agar tampak lebih menarik, umumnya dapat menggunakan teknik arsir. Berikut ini akan mempelajari berbagai teknik dasar arsir.

   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arsir merupakan garis-garis kecil sejajar yang berbayang. Teknik arsir sebagai teknik dalam menggambar yang bertujuan mengisi bidang kosong dengan menggunakan garis yang saling menyilang serta garis acak.

   Teknik arsir ini juga berfungsi dalam membuat efek gelap terang, volume, dan plastisitas pada suatu gambar. Berikut dibawah ini berbagai model teknik arsir, serta langkah membuat dasar mengarsir yang baik digunakan oleh para pemula.

1. Membuat Baris Kotak

    Pertama, dalam berlatih membuat teknik arsir, mulailah dengan membuat satu baris kotak, bebas berapa jumlah kotaknya kemudian arsir setiap kotak dengan satu jenis ukuran pensil.Misalnya, saja pada kotak pensil pertama diarsir dengan menggunakan pensil 6H, dan kotak kedua menggunakan pensil 2H, dan seterusnya. Ketika mengarsir, lakukan arsiran dengan tekanan yang sama.

    Bandingkan dan lihat perbedaan intensitas gelap serta terang yang dapat dihasilkan dari setiap pensil. Arsiran gradasi juga kemudian dapat dihasilkan dengan cara lain, yaitu dengan membuat beberapa baris kotak.

2. Menggunakan Beberapa Jenis Pensil

    Gunakan berapa jenis pensil misalnya pensil, misalnya pensil 2B, HB, 7B, F, dan H. Tentu saja, jenis pensil ini memiliki goresan atau bayangan yang berbeda. Arsir dan beri baris kotak arsir dengan 2H, kemudian arsirlah pada setiap bagian kotaknya lalu arsir lagi pada kotak dengan menggunakan pensil 3B, dan arsir merata pada setiap kotaknya.

    Setelahnya Arsir lagi pada baris kotak bagian atas dengan menggunakan pensil 6B, dan arsir setiap kotak menggunakan tekanan yang berbeda, hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara diatas. Terakhir lihat dan bandingkan setiap intensitas gelap dan terang yang dihasilkan pada masing-masing pensil. Caranya sama, baik dengan menggunakan pensil 2H, 3B, 6B.

3. Komposisi Bentuk Dasar

    Latihan dasar selanjutnya adalah dengan membuat komposisi bentuk dasar, pada masing-masing bentuk dasar serta memberikan arsiran dengan intensitas yang beda. Cara membuatnya adalah dengan membuat kotak berbagai ukuran dan bentuk yang telah mengalami distorsi. Selanjutnya, komposisikan pada setiap kotak tersebut.

Langkah Menggambar Objek
1. Buatlah Sketsa

    Buatlah sketsa yang akan digambar dengan sketsa. Jika itu adalah sketsa kasar, ingat jangan terlalu tebal dan gunakanlah pensil HB. Jika ada kesalahan dalam menggambar atau membuat sketsa, hapuslah dengan penghapus yang tumpul, jangan terlalu ditekan saat menghapus.

2. Pertegas Outlet pada Sketsa Awal dan Tentukan Objek

    Dalam pemberian garis luar tak semua garis harus dipertegas. Pertegas garis hanya yang perlu diarsir dengan tebal, tipis, dan sedang. Jika seluruh seketsa telah siap, maka tahap selanjutnya adalah dengan mulai mengarsir.

Setelahnya tentukan objek yang diarsir. Mengarsir sendiri sebagai poin utama dalam menggambar, pahami gambar yang kamu buat agar tidak bingung saat mengarsir. Bayangan pada gambar yang seharusnya atau saat kamu melihat efek 3D. Gelap, sedang serta terang sebagai kunci efeknya. Gunakan beberapa jenis pensil untuk kemudian menggelapkan gambar.

3. Tahap Mengarsir

    Saat mengarsir, lakukan secara berlawanan dengan tanganmu. Jika menggunakan tangan kanan, maka arsir bagian kiri ke kanan, atau dari sebelah atas ke sebelah kiri dan ke kanan, begitu juga sebaliknya. Hal ini bertujuan agar tangan tidak menutupi arsiran yang telah dibuat sebelumnya, agar kemudian tidak menghilangkan kepekatan pada warna arsiran.

Tingkatan pada arsiran sendiri sebaiknya lebih diperhatikan, mulai dari ketebalan, yang halus, maupun yang sedang. Pada daerah yang terang gunakan pensil 2B.

4. Tambahkan Arsiran dan Finishing Gambar

    Pada tahap ini kamu dapat mulai mengarsir daerah gelap dengan tekstur menggunakan pensil 4B. Dengan menambahkan arsiran gelap kemudian akan semakin terlihat gambar dan terlihat lebih hidup. Lalu untuk tahap finis berikan bayangan pada objek dengan arah datangnya cahaya

   Demikianlah sekilas mengenai teknik arsir yang mudah dipelajari, semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetauan teman-teman semua!

Baca juga https://wulannkosmetikk.blogspot.com/?m=1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAS SELEMPANG MINA CORDUROY

cara membuat mochi bites